<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323</id><updated>2011-12-13T21:12:36.470-08:00</updated><title type='text'>The best One...</title><subtitle type='html'>wElcOME fRENd...
dON't FORgET TO cOMmENT mE...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-2923500866703427297</id><published>2008-10-08T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T02:33:31.778-07:00</updated><title type='text'>ONE of My ExPerienCe in SEpTEmBer 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;mY ExPeRienCe in SeptemBer&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          This is one of my experience when visiting my grandma in Surabaya. This year, my family and I went to my grandma house. We got there about one month. I could learn something that I don’t meet in my house. I was very happy there. In third day of  Idul Fitri, my family and I went to my aunt house in Malang. We were there just one day. &lt;br /&gt;         This is the story on the day…On Friday morning, my family and I were very busy. We wanted to go to my aunt house in Batu, Malang. We stired to draw up everything that we need in the journey. Because the distance ad far,so we must breakfast in home. We went there about 06.00 am by car. The journey was so long. But when I entered to Pandaan, I could fell the cold weather. I could see mountain there. And then, when we entered to Malang Kota, I could see a lot of flowers in roadside. How beautiful, it is ! About two hours later, we arrived in my aunt house. My aunt house were in mountside. So her house was so cold, and so with the water from the mountain. I though the water was like ice water. After took a rest for a few minutes, my aunt order us to lunch. So, we have lunch in her dining room. When we finished, we prayed Zuhur. Then, we prepared to go to a recreation place in Batu Malang. The recreation place was SELECTA. We went there about 14.00 pm. Although noon, in Malang still fresh and cold. I liked the weather. So, when we arrived in SELECTA, the weather was increasing to be chill. Because SELECTA was the recreation place in mountain. SELECTA has some facilities, like swimming pool, kano (water bike), playground for children ,musholla, and still many again. I also rode water bike(kano), that was really amazing ! And don’t forget, SELECTA has fishpond with flowerbed and a lot of trees. I was very happy at there. I hope, I could go there again.  I think this holiday was very fantastic. If one day, you go to Malang, don’t forget to visit SELECTA. Surely, you would like it.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-2923500866703427297?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/2923500866703427297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=2923500866703427297' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/2923500866703427297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/2923500866703427297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/10/one-of-my-experience-in-september-2008.html' title='ONE of My ExPerienCe in SEpTEmBer 2008'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-6831360079473433790</id><published>2008-10-08T02:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T02:30:52.514-07:00</updated><title type='text'>My AcTiVITY in SePtemBER</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;MY HOLIDAY DI RUMAH NENEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas cerita perjalananku saat mudik tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah cerita perjalanan saya pada bulan Ramadhan tahun 2008 ini. Hari itu, hari yang ditunggu-tunggu oleh saya dan keluarga saya. Mengapa? Karena pada hari itu, saya dan keluarga saya hendak melakukan perjalanan ke rumah nenek di Surabaya. Berikut adalah sistematis (urutan) peristiwanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada hari itu, Rabu, 10 September 2008, ketika umat Islam melaksanakan hari ke-10 ibadah puasa , saya dan keluarga juga melaksanakan ibadah puasa walaupun seharian penuh kami akan melakukan perjalanan yang melelahkan. Setelah makan sahur, kami bersiap-siap mengemas barang-barang yang akan dijadikan oleh-oleh untuk para tetangga dan keluarga di Surabaya. Semuanya telah kami persiapkan, mulai dari makanan khas yang ada di Tarakan , seperti ikan asin, ikan tipis, dan udang kering. Selain itu, tidak ketinggalan oleh-oleh berupa kue dan makanan ringan yang merupakan produk dari negara tetangga(Malaysia) karena di Surabaya, sulit untuk mendapatkan produk-produk Malaysia, bahkan mungkin tidak ada yang menjadi distributor dari Malaysia ke Surabaya. Hal ini juga berkaitan dengan jarak perjalanan yang relatif jauh, sehingga biayanya pun mahal. Lalu pada pagi harinya, saya membersihkan rumah dan orangtua saya pergi ke kantor karena pada saat bulan puasa pun mereka tidak libur kerja.Sekitar pukul 11 pagi, orang tua saya pulang kerja dan keluarga besar saya dari pihak ibu sudah berkumpul untuk melepas kepergian kami. Lalu, pukul 12:05 kami mulai bersiap-siap. Mempersiapkan segala sesuatunya, agar jangan sampai ketinggalan. Lalu pada pukul 13.00 siang, saya dan keluarga saya berangkat ke bandara Juwata Tarakan. Perjalanan kami menuju bandara Juwata Tarakan menghabiskan waktu selama kurang lebih setengah jam. Pada pukul 14.00, kami sekeluarga tiba di bandara Juwata Tarakan. Sekitar pukul 14.45, kami check-in dan menunggu jadwal penerbangan di ruang tunggu. Nah, pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu. Kurang lebih satu jam kami menunggu. Pukul 16.00, kami menaiki pesawat jenis Sriwijaya Air, tipe 737-2000 (kurang lebih). Perjalanan pertama , dari Tarakan transit ke Balikpapan. Perjalanan yang kami tempuh selama 52 menit. Ketika sedang berada di atas langit Balikpapan, cuaca berubah menjadi sedikit buruk, karena di Balikpapan sedang hujan. Jadi, pesawat yang sangat tumpangi mengalami sedikit guncangan. Ketika 52 menit berlalu, kami sekeluarga sampai di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. Kurang lebih 20 menit, waktu transit di Balikpapan. Namun, yang saya rasakan, mungkin kurang dari sepuluh menit. Ketika kami sampai di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, hujan rintik-rintik menyambut kami. Sekitar pukul 17.05 sore, kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Perjalanan kurang lebih memakan 80 menit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena kami umat muslim yang baik, ibadah puasa pun telah kami tuntaskan selama satu hari penuh, walupun kami sedang melakukan perjalanan jauh. Boleh dianggap musafir, lah. Namun, pengalaman saat berbuka puasa pun menjadi momen tersendiri bagi saya. Apalagi jika berbuka puasa di atas pesawat. Bisa kebayang gak? Udah cuaca buruk, pesawat sedikit goyang, buka puasa. Otomatis rasanya gak enak.Apalagi waktu itu saya pusing, rasanya mual gitu. Baru buka puasa lagi di atas pesawat. Untungnya, saya gak muntah-muntah. Kami buka puasa ikut waktu Banjarmasin, pukul 18.23 WITA, karena pas berada di sekitar langit Banjarmasin. Saya sih buka puasa gak bias minum air banyak-banyak, karena takutnya muntah. Habis, udah pusing dan mual-mual sedari tadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah sampai di Bandara Juwanda Surabaya, malam yang dingin menusuk menyambut kedatangan kami. Keindahan kelap-kelip lampu yang bisa dilihat diatas langit Surabaya pun menambah pesona Surabaya di malam hari. Kami bersyukur kepada Allah karena perjalanan yang kami lalui berjalan mulus tanpa adanya suatu hambatan apapun. Sekitar pukul 20.05 malam, kami akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman ayah saya (Surabaya), kami sekeluarga dijemput oleh paman Hadi, yang merupakan adik terakhir ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-6831360079473433790?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/6831360079473433790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=6831360079473433790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6831360079473433790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6831360079473433790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/10/my-activity-in-september.html' title='My AcTiVITY in SePtemBER'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-1688412492619182655</id><published>2008-08-31T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T21:15:14.800-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SUMPAH PEMUDA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;DENGAN SUMPAH PEMUDA MENJADIKAN INDONESIA MILIK BERSAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sumpah Pemuda, yang setiap tahun kita rayakan pada tanggal 28 Oktober, adalah hari yang keramat bagi bangsa Indonesia. Namun, sayangnya, selama berpuluh tahun Orde Baru peringatan hari yang amat penting ini, terasa sudah kehilangan “api”-nya atau jiwanya yang revolusioner. Padahal, Sumpah Pemuda adalah salah satu di antara berbagai landasan utama bagi kebangkitan nasional kita, dan merupakan semen yang mempersatukan bangsa dan negara kita. Seperti halnya Hari Pahlawan 10 November, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda adalah pegangan penting bagi kita semua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, ketika negara dan bangsa kita sedang dilanda oleh berbagai krisis di banyak bidang, adalah amat penting bagi kita semua untuk menyimak kembali arti penting hari yang bersejarah ini, dan berusaha menghayati maknanya bagi kelangsungan kehidupan kita bersama. Selama lebih dari 32 tahun, Hari Sumpah Pemuda telah diperingati dengan upacara-upacara yang kebanyakan dikemas dengan pidato-pidato para “tokoh” yang kosong isinya, dan terlepas dari jiwa sejarah revolusioner yang melahirkannya. Tidak bisa lain!. Sebab, jelaslah kiranya bahwa tidak bisa diharapkan adanya pemahaman yang tepat dari para pendukung politik Orde Baru, yang umumnya terdiri dari oknum-oknum reaksioner, tentang sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dalam tahun 1928. Mereka TIDAK MAU mengerti, dan tidak bisa memahami bahwa Sumpah Pemuda tidak bisa dipisahkan dari perjuangan politik revolusioner Bung Karno. Mereka juga TIDAK MAMPU memahami bahwa Sumpah Pemuda ada kaitannya yang erat dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh pembrontakan melawan kolonialisme Belanda yang dilancarkan oleh PKI dalam tahun 1926. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena politik “de-Sukarnoisasi” dan anti-komunis yang dilancarkan selama puluhan tahun oleh para pendukung Orde Baru, maka Hari Sumpah Pemuda kehilangan api kerevolusionerannya, dan dipreteli pesan-sejarahnya yang penting. Adalah sudah waktunya, sekarang, bagi masyarakat sejarawan Indonesia untuk memeriksa kembali berbagai aspek tentang lahirnya Sumpah Pemuda. Dan adalah kewajiban pemerintah dan berbagai lembaga negara kita untuk mngangkat kembali Sumpah Pemuda sebagai senjata ampuh dalam mempersatukan bangsa dan negara, yang sekarang sedang terancam oleh beraneka-ragam rongrongan dari banyak fihak. Dan oleh karena kita semua TIDAK BOLEH hanya menggantungkan harapan kepada kemauan atau kemampuan para “tokoh” (kaum elite atau kalangan “atasan”) saja, maka obor Hari Sumpah Pemuda haruslah untuk selanjutnya dipanggul bersama-sama oleh beraneka-ragam gerakan ornop, LSM, partai-partai politik, organisasi-organisasi buruh, tani, pemuda, mahasiswa, perempuan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ARTI PENTING LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah amat penting. Suara-suara negatif sebagai akibat interpretasi yang salah tentang otonomi daerah sudah mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda. Demikian juga pernyataan dan kegiatan-kegiatan sebagian dari golongan Islam reaksioner, seperti yang dipertontonkan oleh organisasi/gerakan semacam Front Pembela Islam, Ahlussunah Waljemaah, Majelis Mujahidin Indonesia, KISDI dan lain-lain sebagainya.&lt;br /&gt;Perlulah kiranya selalu kita ingat bersama-sama bahwa Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta adalah manifestasi yang gemilang dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Mereka ini adalah wakil-wakil angkatan muda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain. Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) inilah kongres pemuda itu telah melahirkan Sumpah yang berbunyi : “Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah-darah yang satu : tanah Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu : bangsa Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa yang satu : bahasa Indonesia “.&lt;br /&gt;Dalam sejarah bangsa Indonesia, sudah terjadi banyak perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, yang dilakukan oleh berbagai suku di berbagai daerah, baik di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan pulau-pulau lainnya. Namun, karena perjuangan itu sebagian besar bersifat lokal dan kesukuan, maka telah mengalami kegagalan. Pembrontakan PKI di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dalam tahun 1926 merupakan gerakan yang menimbulkan pengaruh politik yang lintas-suku dan lintas-agama yang penting (karena juga terjadi di Sumatera Barat). Sumpah Pemuda lahir dalam tahun 1928, ketika puluhan ribu orang telah ditahan dan dipenjarakan oleh pemerintah Belanda sebagai akibat pembrontakan PKI dalam tahun 1926. Berbagai angkatan muda dari macam-macam suku dan agama telah menyatukan diri dalam perlawanan terhadap kolonialisme Belanda lewat Sumpah Pemuda, ketika ribuan orang digiring dalam kamp pembuangan di Digul. Adalah penting untuk sama-sama kita perhatikan bahwa tokoh-tokoh nasional seperti Moh. Yamin (Jong Sumatranen Bond), Amir Syarifuddin (Jong Batak), Senduk (Jong Celebes), J. Leimena (Jong Ambon), adalah peserta-peserta aktif dalam melahirkan Sumpah Pemuda. Dan perlulah juga kita catat, bahwa Sumpah Pemuda dicetuskan oleh kalangan muda, ketika Bung Karno aktif melakukan beraneka kegiatan lewat PNI (yang dua tahun kemudian ditangkap Belanda dan diajukan di depan pengadilan Bandung, di mana ia mengucapkan pidato pembelaannya yang terkenal “Indonesia Menggugat”).&lt;br /&gt;Jadi, jelaslah bahwa Sumpah Pemuda adalah semacam kontrak-politik berbagai suku bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara kongkrit oleh wakil-wakil angkatan muda mereka. Sumpah Pemuda adalah fondasi penting kebangkitan bangsa Indonesia dan landasan utama bagi pembentukan negara Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SUMPAH PEMUDA ADALAH BHINNEKA TUNGGAL IKA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat perjuangan rakyat Indonesia lewat berbagai bentuk dan cara (antara lain : Budi Utomo, Sarekat Islam, Sarekat Dagang Islam, Indische Party, ISDV, PKI, PNI, kemudian GAPI dan Gerindo) maka nyatalah bahwa Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang amat penting bagi perjalanan bersama bangsa kita. Dalam perjalanan perjuangan ini telah ikut serta banyak tokoh lokal dan nasional, dari berbagai suku dan agama serta aliran politik. Ada yang dari kalangan Islam, kristen Katolik dan Protestan, nasionalis, sosialis, komunis dan humanis. Mereka bersatu dalam Sumpah Pemuda, dan juga dalam berbagai perjuangan melawan Belanda, sampai lahirnya kemerdekaan tahun 1945.&lt;br /&gt;Sekarang, sesudah Orde Baru membikin kerusakan-kerusakan yang begitu parah dalam kehidupan bangsa di bidang politik dan moral, maka lebih-lebih terasa lagi betapa pentingnya untuk mengingat kembali arti Sumpah Pemuda. Kita semua perlu berusaha bersama-sama meghidupkan kembali “api” Sumpah Pemuda. Semangat perjuangan HOS Tjokroaminoto, H. Agus Salim yang disalurkan lewat Sarekat Islam dan Muhammadiyah, patut dikenang terus. Demikian juga semangat Amir Syarifuddin, yang sebagai orang Kristen dan komunis telah menggunakan GAPI (Gabungan Politik Indonesia) untuk meneruskan perjuangan melawan Belanda (dan kemudian melawan Jepang lewat gerakan di bawah-tanah).&lt;br /&gt;Namun, memperingati Hari Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang hambar, sesuatu yang kosong, atau tidak artinya, kalau dilepaskan dari konteks sejarah yang melahirkannya. Sumpah Pemuda sudah menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia yang amat ampuh dalam perjuangan melawan Jepang dan Belanda. Revolusi Agustus 1945 telah dicetuskan oleh berbagai golongan pemuda yang menjunjung tinggi-tinggi Sumpah Pemuda (mohon diingat : rapat-rapat di gedung Menteng 31, “penculikan” terhadap Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok). Pertempuran besar-besaran di kota Surabaia dan di banyak daerah-daerah lainnya di Jawa dan Sumatera telah juga dimotori atau dikobarkan oleh Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;Jadi, keagungan Sumpah Pemuda adalah adanya kenyataan bahwa ia merupakan produk bersama yang diciptakan oleh banyak orang dari berbagai suku, agama, dan aliran politik. Di antara mereka terdapat banyak orang-orang, yang telah mengorbankan diri dengan berbagai cara dan bentuk. Dari sinilah kelihatan betapa benarnya dan betapa indahnya (atau betapa agungnya!) lambang kita Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda-beda, namun kita satu : Indonesia. Jadi, Sumpah Pemuda ada hubungannya yang erat, atau, bahkan satu dan senyawa, dengan Bhinneka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MARILAH KITA KOBARKAN SUMPAH PEMUDA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam merenungkan kembali arti penting Sumpah Pemuda, mungkin perlu kita pertanyakan apakah Sumpah Pemuda benar-benar telah dihayati oleh Orde Baru beserta para pendukungnya? Memang, selama Orde Baru ada juga upacara-upacara peringatan. Namun, kebanyakan hanyalah bersifat ritual dan rutine yang tidak ada “api”-nya lagi. Seperti halnya Pancasila, Orde Baru beserta para pendukungnya telah mencabut roh Pancasila yang sebenarnya, atau melecehkannya sehingga menjadi barang busuk. Orde Baru telah memalsu dan menghina Pancasila, dengan membunuh jiwa perjuangan revolusioner Bung Karno. Para pendukung Orde Baru telah memperlacurkan Pancasila, atau, telah memalsukannya selama puluhan tahun. Jelaslah kiranya, bahwa Pancasila tidak bisa dihayati secara penuh dan murni kalau mengkhianati Bung Karno, penciptanya. Dan, justru inilah yang telah dilakukan oleh para pendukung Orde Baru.&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah kontrak sosial atau kontrak politik bersejarah , yang telah dibuat secara khidmat bersama-sama oleh angkatan muda dari berbagai golongan suku, agama, aliran politik. Perjuangan revolusioner Sarekat Islam, pembrontakan PKI dalam tahun 1926 terhadap kekuasaan kolonial Belanda, perjuangan kaum muda Batak, Aceh, Melayu, Minangkabau, Sunda, Jawa, Bali, Menado, Ambon dan lain-lain suku (ma’af bagi yang tak tersebut di sini) adalah “api” Sumpah Pemuda. Dengan kalimat lain : obor Sumpah Pemuda telah dinyalakan bersama-sama oleh golongan Islam, Katolik, Protestan, nasionalis, sosialis, komunis, humanis, dan lain-lainnya lagi.&lt;br /&gt;Aspek-aspek penting inilah yang harus kita camkan bersama-sama dalam hati kita masing-masing, ketika dewasa ini negara dan bangsa kita sedang menghadapi berbagai krisis. Sebab, kecenderungan-kecenderungan negatif sudah makin terdengar di sana-sini, yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita. Sebagai akibat politik pemerintahan Orde Baru, telah muncul permusuhan dan pertentangan suku, agama, dan aliran politik. Sebagian dari golongan reaksioner Islam telah memunculkan isyu-isyu keagamaan dan kesukuan yang berbahaya. Golongan yang menganut faham politik marxis, sosialis atau komunis telah dikucilkan selama puluhan tahun. Pelaksanaan otonomi daerah telah disalahgunakan oleh para oknum korup dan anti-rakyat di banyak daerah.&lt;br /&gt;Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa Indonesia ini adalah milik kita bersama, tidak peduli dari kalangan agama atau suku yang mana pun, atau dari kalangan aliran politik yang bagaimana pun. Sumpah Pemuda telah meng-ikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah-air dan satu bahasa. Tetapi, Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul dihayati atau dipatuhi, kalau semua merasa mendapat perlakuan yang adil. Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul diakui atau ditaati secara bersama dengan sepenuh hati, kalau semua merasa dihargai setara. Adalah pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda, kalau ada golongan yang mau memaksakan secara sewenang-wenang faham keagamaannya atau aliran politiknya. Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua, bahwa di Indonesia tidak boleh ada golongan yang merasa ditindas, dianak-tirikan, dikucilkan, atau diabaikan.&lt;br /&gt;Dalam perjuangan panjang dan berliku-liku untuk merebut kemerdekaan nasional, Sumpah Pemuda telah merupakan senjata yang ampuh bagi banyak golongan. Dan dalam perjuangan panjang ini telah gugur banyak orang, dan banyak pula yang telah mengorbankan sebagian dari hidup mereka dalam penderitaan. Sekarang ini, setelah bangsa kita sudah merdeka, Sumpah Pemuda masih perlu kita kibarkan terus, dalam menghadapi berbagai persoalan nasional maupun ingernasional. Negara dan bangsa yang sudah dirusak secara besar-besaran oleh Orde Baru harus kita bangun kembali lewat reformasi di segala bidang. Kita semua sedang menghadapi berbagai akibat globalisasi ekonomi dan globalisasi komunikasi. Kita juga sedang menghadapi berbagai dampak dari aksi-aksi terorisme, baik yang dilakukan di tingkat nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;Kita semua belum tahu bagaimana dan apa kelanjutan dari peristiwa peledakan bom terror di Bali. Dan kita juga tidak tahu apakah Irak memang akan diserang oleh Amerika Serikat. Namun, yang sudah jelas yalah bahwa kita semua perlu tetap mengibarkan panji-panji Sumpah Pemuda, dalam menghadapi berbagai prahara politik, sosial dan ekonomi, yang mungkin akan muncul lebih serius di masa datang.&lt;br /&gt;Dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia yang berpenduduk 210 juta orang ini sebagai milik kita bersama. Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa. Dengan mengibarkan panjji-panji Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila kita perlu berjuang terus bersama-sama demi kepentingan seluruh rakyat, demi kesejahteraan dan kedamaian berbagai golongan suku, keturunan, agama, dan aliran politik. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-1688412492619182655?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/1688412492619182655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=1688412492619182655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/1688412492619182655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/1688412492619182655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/dengan-sumpah-pemuda-menjadikan.html' title='MAKNA SUMPAH PEMUDA'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-16787794193695659</id><published>2008-08-31T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T21:15:17.702-07:00</updated><title type='text'>Sumpah Pemuda dan Jalan Menuju Revolusi Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_pO00EZzq4IE/Rk5MUBligxI/AAAAAAAAAC0/6yoaqXdn3aw/s1600-h/53_gb1_museum%20sumpah%20pemuda2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Hendrikus Colijn mantan Menteri Urusan Daerah Jajahan, kemudian Perdana Menteri Belanda. Veteran perang Aceh dan bekas ajudan Gubernur Jenderal van Heutz. Sekitar tahun 1927 – 1928, pernah mengeluarkan pamflet yang menyebut Kesatuan Indonesia sebagai suatu konsep kosong. Katanya, masing-masing pulau dan daerah Indonesia ini adalah etnis yang terpisah-pisah sehingga masa depan jajahan ini tak mungkin tampa dibagi dalam wilayah-wilayah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukan suatu kebetulan, bahwa pernyataan Colijn tersebut memunculkan Kongres Pemuda yang kedua pada tgl 28 Oktober 1928 di Batavia, dimana diikrarkan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Peristiwa ini kita kenang sebagai hari Sumpah Pemuda.Sejak tahun 1915 telah berdiri sejumlah besar organisasi kepemudaan bersifat kedaerahan, seperti Tri Koro Darmo yang kemudian menjadi Jong Java (1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Islamieten bond (1924), Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun dan Pemuda Kaum Betawi. Namun semua organisasi tersebut bersifat kedaerahan dan kelompok khusus. Yang mungkin sedikit berbeda adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang berdiri setelah selesai Kongres Pemuda I pada tahun 1926. PPPI merupakan wadah pemuda nasionalis radikal non kedaerahan. Tokoh-tokohnya adalah Sigit&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;, Soegondo Djojopoespito, Suwirjo, S. Reksodipoetro, Muhammad Yamin, A. K Gani, Tamzil, Soenarko, Soemanang, dan Amir Sjarifudin. Atas prakarsa PPPI kongres ke II diadakan.Dalam penerbitan P.I (koran Pemoeda Indonesia) no 8 tahun 1928, terdapat artikel dengan judul “KERAPATAN PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA”. Disitu dijelaskan :sebagaimana yang telah diwartakan dalam P.I no.6 dan 7, di Jacatra telah diadakan kerapatan besar Pemoeda-pemoeda Indonesia pada tanggal 27 dan 28 Oktober. Pimpinan kerapatan ialah terdiri dari wakil-wakil, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia, Pemoeda Indonesia, Pemoeda Soematera, Jong Java, Jong Celebes, Jong Batak Pemoeda Kaum Betawi, Jong Islamieten Bond (JIB) dan Sekar Roekoen. Selanjutnya juga diberitakan bahwa kerapatan dikunjungi beratus-ratus orang, dimana bagi siapa yang menyaksikan sendiri akan berbesar hati karena pemoeda-pemoeda kita bukan baru mencita-citakan saja, tapi telah tegak berdiri dipusat persatuan dan kebangsaan . Dalam kesempatan inipun telah diperdengarkan untuk pertama kali kepada umum oleh Pemoeda W.R.Soepratman, lagu INDONESIA RAJA &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;Dalam POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDI INDONESIA, tercatat bahwa Poetra dan Poetri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia. Poetra dan Poetri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Poetra dan Poetri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sebagai realisasi penyatuan ini, pada tanggal 31 Desember 1930 jam 12 malam, Jong Java, Perhimpunan Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Pemoeda Soematra (awalnya bernama Jong Sumatranen Bond) telah berfusi menjadi satu dan membentuk Perkoempoelan “INDONESIA MOEDA”.Para anggota panitia Kongres Pemuda ke II&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; terdiri dari pemuda-pemudi Indonesia yang dikemudian hari amat berperan dalam gerakan pemuda yang memperjuangkan kebangsaan dan kemerdekaan. Diantaranya terdapat nama, Soegondo Djojopoespito dari PPPI (ketua), Djoko Marsaid dari Jong Java (wakil ketua), Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond (Sekretaris), Amir Sjarifudin dari Jong Sumatranen Bond (bendahara), Djohan Mu.Tjai dari Jong Islamieten Bond. Kontjosoengkoeno dari P.I, Senduk dari Jong Celebes, J.Lemeina dari Jong Ambon dan Rohyani dari Pemoeda Kaum Betawi. Panitia didukung tokoh-tokoh senior seperti Mr.Sartono, Mr.Muh Nazif, A.I.Z Mononutu, Mr.Soenario. Dalam kongres ikut berbicara tokoh-tokoh besar kebangsaan lainnya seperti S. Mangoensarkoro, Ki Hadjar Dewantoro dan Djokosarwono .Hadir sebagai undangan sekitar 750 orang dimana terdapat nama-nama yang kemudian terkenal seperti Kartakusumah (PNI Bandung), Abdulrachman (B.O Jakarta), Karto Soewirjo (P.B Sarekat Islam), Muh. Roem, Soewirjo, Sumanang, Masdani, Anwari, Tamzil, AK Gani, Kasman Singodimedjo, Saerun (wartawan Keng Po), WR Supratman. Dari Volksraad yang hadir adalah Soerjono dan Soekawati dan dari pihak Pemerintah Hindia Belanda yang hadir adalah Dr.Pyper dan Van der Plas&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;.Jelas bahwa kongres pemuda ke II dimana diikrarkan Sumpah Pemuda bukan pekerjaan dalam sedikit waktu saja, dan terang juga bukan hasil usaha dari beberapa gelintir orang saja&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;. Hal ini merupakan perjuangan panjang sejak Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Bahkan ada sebuah peristiwa lainnya yaitu ketika tahun 1904 Dr A,Rivai lulus ujian dokter sebagai Nederland Arts di Utrecht Belanda, pupus sudahlah anggapan jelek bahwa bangsa Indonesia itu “Laksheid”. Kata ini amat sakit didengar karena berarti pemalas, tidak punya kemauan bekerja atau berbuat sesuatu.Setelah Indonesia muda terbentuk, berarti pemuda Indonesia memiliki organisasi kepemudaan nasional yang solid, kuat dan bercita-cita menuju kemerdekaan yang lebih pasti. Anggota IM terdiri dari semua pemuda seperti anak-anak SLP, SLA, sekolah khusus, kejuruan sederajat dan mahasiswa. Sejak tahun 1931 kongres demi kongres diadakan sehingga lebih menampakkan eksistensinya. Nyatanya memang IM tidak berafiliasi dengan partai politik.Sejarah kemudian membuktikan bahwa modal kejuangan diatas amat penting artinya pasca penjajahan Jepang (1942-1945), dimana api Revolusi Kemerdekaan mulai dinyalakan dengan kesadaran adanya kesatuan dan persatuan kebangsaan yang bermotifkan pantang untuk dijajah kembali oleh kekuatan asing apapun bentuknya. Proklamasi Kemerdekaan mengawali "Revolusi Pemoeda", dan berahir ketika penjajah terahir di Indonesia yaitu Imperium Belanda menyatakan pengakuannya pada Kemerdekaan Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949. Tidak sampai 1 tahun kemudian, RIS bubar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk kembali pada tanggal 17 Agustus 1950.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; H.Colijn. Koloniale vraagstukken van heden en morgen.Amsterdam : De Standard. 1928, hal 59-60. Pernyataan ini amat sakit buat hati para pemuda. Soekarno dan Sjahrir segera bereaksi. Dikatakannya : Usaha untuk kembali memisahkan orang Indonesia satu sama lain sebagai orang Jawa, orang Sunda, atau orang Sumatera adalah suatu rekayasa jahat, divide et impera, suatu muslihat yang khas Colijnialism&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Sigit ketua pertema dan Soegono ketua kedua.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Koran P.I.no.8 tahun 1928.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Kongres kedua diadakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928. Resminya ada 3 kali rapat. Yang pertama dan kedua pada tanggal 27 Oktober 1928, mengambil tempat di gedung Katholieke Jongelingen Bond dan gedung Oost Java Bioskop. Yang terahir pada tanggal 28 Oktober 1928, minggu malam senin bertempat di gedung Indonesisch Clubgebouw (IC), Kramat 106 Jakarta.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=23220868#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Yayasan Gedung Bersejarah, 45 tahun Sumpah Pemuda, 1974, hal 59-60&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-16787794193695659?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/16787794193695659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=16787794193695659' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/16787794193695659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/16787794193695659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/sumpah-pemuda-dan-jalan-menuju-revolusi.html' title='Sumpah Pemuda dan Jalan Menuju Revolusi Kemerdekaan'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-6112029680488372615</id><published>2008-08-31T20:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T21:15:14.801-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi &lt;/span&gt;&lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada &lt;/span&gt;&lt;a title="28 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Oktober"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;28 Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1928" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1928"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;1928&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a id="Isi" name="Isi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; Isi&lt;br /&gt;PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.&lt;br /&gt;KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a id="Kongres_Pemuda_II" name="Kongres_Pemuda_II"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Kongres Pemuda II&lt;br /&gt;Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perhimpunan_Pelajar_Pelajar_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.&lt;br /&gt;Rapat pertama, Sabtu, &lt;/span&gt;&lt;a title="27 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Oktober"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;27 Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1928" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1928"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;1928&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, di Gedung &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Katholieke Jongenlingen Bond (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katholieke_Jongenlingen_Bond&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Katholieke Jongenlingen Bond&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; (KJB), &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Lapangan Banteng (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lapangan_Banteng&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Lapangan Banteng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo (lihat &lt;/span&gt;&lt;a title="Sugondo Djojopuspito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sugondo_Djojopuspito"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Sugondo Djojopuspito&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;) berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian &lt;/span&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Moehammad Yamin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moehammad_Yamin"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Moehammad Yamin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan&lt;br /&gt;Rapat kedua, Minggu, &lt;/span&gt;&lt;a title="28 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Oktober"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;28 Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; 1928, di Gedung &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Oost-Java Bioscoop (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oost-Java_Bioscoop&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Oost-Java Bioscoop&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Poernomowoelan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poernomowoelan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Poernomowoelan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sarmidi Mangoensarkoro (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarmidi_Mangoensarkoro&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Sarmidi Mangoensarkoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.&lt;br /&gt;Pada sesi berikutnya, &lt;/span&gt;&lt;a title="Soenario" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soenario"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Soenario&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.&lt;br /&gt;Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "&lt;/span&gt;&lt;a title="Indonesia Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;" karya &lt;/span&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Wage Rudolf Supratman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wage_Rudolf_Supratman"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Wage Rudolf Supratman&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; yang dimainkan dengan biola (dimainkan dengan biola saja atas saran Sugondo kepada Supratman, lihat juga &lt;/span&gt;&lt;a title="Sugondo Djojopuspito" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sugondo_Djojopuspito"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Sugondo Djojopuspito&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;). Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a id="Peserta" name="Peserta"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Peserta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Java (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Java&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Java&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Ambon (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Ambon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Ambon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Celebes (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Celebes&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Celebes&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Batak (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Batak&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Batak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Sumatranen Bond (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Sumatranen_Bond&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Sumatranen Bond&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jong Islamieten Bond (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Islamieten_Bond&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Jong Islamieten Bond&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="PPI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPI"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;PPI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda &lt;/span&gt;&lt;a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Kwee Thiam Hong (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kwee_Thiam_Hong&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Kwee Thiam Hong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt; sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a id="Museum" name="Museum"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Museum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Gedung Sekretariat PPI di Jalan Kramat Raya 106 ,tempat diputuskannya rencana Kongres Pemuda Kedua saat ini dijadikan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Museum Sumpah Pemuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Sumpah_Pemuda"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;Museum Sumpah Pemuda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-6112029680488372615?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/6112029680488372615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=6112029680488372615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6112029680488372615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6112029680488372615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/sejarah-sumpah-pemuda.html' title='Sejarah Sumpah Pemuda'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-6310228880902338554</id><published>2008-08-31T19:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T21:15:17.708-07:00</updated><title type='text'>Makna Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Sejarah tidak pernah berdiri sendiri, tetapi mempunyai hubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan Belanda yang telah berlangsung selama 3 Â½ abad. Mempelajari sejarah selalu bermanfaat bagi yang memahaminya, karena dengan mempelajari sejarah dapat diambil peristiwa-peristiwa pada masa sebelumnya untuk digunakan sebagai pedoman pada masa yang akan datang, diambil segi positipnya dan ditinggalkan segi negatipnya. Sejarah dapat mendorong untuk mencapai cita-cita dan merupakan kebanggaan bagi bangsa itu sendiri.MASA SEBELUM BUDI UTOMOKejayaan Bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan berjayanya pada masa silam Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Mataram dll. Runtuhnya kerajaan itu adalah karena terjadinya perpecahan dari dalam pemerintahan itu sendiri.Pada abad ke 16 orang Balanda datang ke Indonesia, pada mulanya mereka disambut dengan ramah tamah oleh bangsa Indonesia yang dikenal dengan keramah tamahannya, karena Balanda pada waktu itu belum menunjukkan sifat aslinya yang ingin menjajah bangsa Indonesia. Lama kelamaan bangsa Belanda menunjukkan sifat aslinya yaitu ingin menjajah bangsa Indonesia. Mereka mulai menguasai tanah-tanah rakyat dan kerajaan-kerajaan diadu domba sehingga terjadi persaingan-persaingan diantara bangsa Indonesia sendiri, persaingan ini dimanfaatkan oleh bangsa Belanda untuk mengambil keuntungan. Walaupun demikian bangsa Belanda bukan tidak mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia, terbukti dengan adanya perlawanan di Aceh oleh rakyat Aceh,yang dipimpin oleh Panglima Polim, Cut Nyak Dien, Cut Mutia , Tengku Umar dll,di Sumatra Barat oleh Imam Bonjol, ditanah Batak oleh Sisinga Mangaraja, di Pulau jawa oleh Pangeran Diponegoro,Sultan Ageng Tirtayasa, Untung Surapati dll.di Maluku oleh Pattimura di Sulawesi oleh Hasanuddin, di Kalimantan oleh Pengeran Antasari dan banyak lagi perjuangan rakyat pada waktu itu yang tidak dapat tercatat oleh sejarah, terutama perlawanan-perlawanan kecil dan perjuangan perjuangan kecil lainnya, namun perlawanan itu dapat dipatahkan oleh Belanda, karena perlawanan bangsa Indonesia pada waktu itu masih bersifat kedaerahan dan perlawanan yang satu dengan yang lainnya masih belum terorganisir, tujuan perjuangannya pun berbeda-beda, persenjataan yang dimiliki kalah modern, Belanda sudah menggunakan senjata api,sedangkan perjuangan bangsa Indonesia pada waktu itu masih senjata tradisionil,seperti rencong,keris, tombak,panah,pedang ,golok, badik, Mandau dan lain-lain senjata daerah.BUDI UTOMO MENJAWAB TANTANGAN JAMANPahit getirnya perjuangan bangsa Indonesia jauh sebelum 1908 mencatat begitu banyak kenangan berharga dan begitu banyak kenangan yang mengharukan, semua ini membangkitkan kebanggaan pada kita semua selaku generasi penerus dan tempat kita bercermin, tentang apa yang akan kita perbuat pada masa yang akan datang.Dalam kaitan itulah kita perlu merenungkan kembali makna hari Kebangkitan Nasional. Awal kebangkitan Nasional bukanlah terjadi dengan sendirinya tetapi berawal dari rasa keprihatinan terhadap kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, ini disebabkan dari politik kolonial Belanda pada waktu itu, mereka banyak mengambil keuntungan dari bumi pertiwi ini, Belanda menelantarkan pendidikan Bangsa Indonesia, rakyat dibiarkan bodoh, melarat dan menderita.Awal kebangkitan Nasional disebabkan beberapa factor, baik dari dalam negeri maupun luar Negeri, antara lain factor dalam negeri :1. Makin banyaknya/makin tingginya kesadaran ingin bersatu.2. Makin mengingkatnya semangat bangsa Indonesia ingin merdeka.3. Makin banyaknya orang pintar dan terpelajar di Indonesia.Faktor yang datang dari luar negeri adalah kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905, adalah sa;ah satu pendorong yang menimbulkan semangat bahwa bangsa kulit kuning, bangsa Asia dapat mengalahkan bangsa kulit putih (Eropa).Sebagai jawaban atas rasa keprihatinan tersebut, muncullah gagasan dan tindakan dari Dr.Wahidin Sudirohusodo untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dari belenggu kolonial Belanda. Dr.Wahidin S memanfaatkan peluang ini dari jalur pendidikan sebagai sarana yang tepat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan rasa Nasionalisme bangsa Indonesia. Dr Wahidin S terjun ketengah-tengah masyarakat untuk membangkitkan golongan priyayi agar bersedia mengulurkan tangan, memberi pertolongan kepada rakyat untuk meningkatkan kecerdasannya. Dr. Wahidin S dengan biaya sendiri mengadakan perjalanan keliling Jawa untuk mempropagandakan pendirian berdirinya Studifound, ini dilakukan pada tahun 1906-1907.Pada tanggal 20 Mei 1908 , atas prakarsa Dr.Wahidin S dan para Pemuda Stovia, seperti Sutomo, Gunawan, Suradji dan Suwardi Suryaningrat mengadakan rapat pertama di Jakarta, dan berhasil mendirikan perkumpulan yang diberi nama BOEDI OETOMO yang berarti Kebaikan yang diutamakan.Disinilah titik awal berdirinya perkumpulan-perkumpulan yang menjurus kepada sifat Nasionalisme dan Patriotisme, karena setelah berdirinya Boedi Oetomo maka bermunculanlah perkumpulan-perkumpulan dan pergerakan yang bersifat luas antara lain, Serikat Dagang Islam tahun 1909, Indische Party tahun 1913. Muhammadiyah tahun 1912, Nahdatul Ulama tahun 1926, dan berdiri perkumpula pemuda diluar Jawa pada tahun 1918 dan menamakan diri Young Java,Young Sumatra,Young Ambon,Young Pasundan,Young Batak,Pemuda Betawa dll.SUMPAH PEMUDA KE PROKLAMASIPara pemuda inilah yang mengadakan kongres pemuda pertama tahun 1926 yang menghasilkan perlunya mencanangkan suatu organisasi pemuda tingkat Nasional. Dan atas usul perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) sebagai organisasi kemahasiswaan pertama pada tanggal 26-28 Oktober 1928 diadakan kongres pemuda ke dua. Setelah mereka mengadakan pembahasan, mereka sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika bangsa Indonesia ingin merdeka, bangsa Indonesia harus bersatu. Untuk itu mereka bersumpah yang terkenal dengan nama SUMPAH PEMUDA yang diikrarkan pada akhir kongres yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 yang berbunyi : ” Kami putra dan putrid Indonesia mengaku .- Bertanah air satu tanah Indonesia- Berbangsa satu bangsa Indonesia- Berbahasa satu bahasa IndonesiaDan ternyata sumpah pemuda itu mendapat sambutan yang sangat positip dari segenap lapisan masyarakat, terutama dari golongan intelektual dan kaum wanita, dimana pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta diadakan kongres Perempuan pertama yang melahirkan organisasi wanita, dan hari pembukaan kongres itu ditetapkan sebagai hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Sebagai pengaruh dari sumpah pemuda itulah yang menimbulkan motifasi semangat untuk merdeka dan lepas dari belenggu penjajahan Belanda.TOKOH PEMUDA BERMUNCULANSejak itu pulalah timbul tokoh-tokoh pemuda antara lain, Mr.Moh.Yamin, Drs. Moh.Hatta, Sutan Syahrir, Ir Soekarno, Ali Sostroamidjojo, Mr.Sjarifuddin, Nasir Datuk Pamuntjak , Moh.Natsir, Mr.Moh.Room dll.Kolonial Belanda mulai menangkapi pemimpin-pemimpin organisasi kepemudaan itu yang dinilai vocal antara lain. Ir.Soekarno. Drs.Moh.Hatta, Sutan Syahrir, Dr.Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar Dewantoro dan banyak lagi pemimpin organisasi yang ditangkapi, dibuang dan diasingkasn dari rakyatnya. Akan tetapi semangat untuk merdeka tidak pernah padam dan malah bertambah subur berkat sumpah pemuda itu.Pada gilirannya kelak mereka-mereka inilah yang memberi nafas, jiwa dan semangat untuk mencetuskan proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tampak mewarnai kehidupan social, badaya, politik dan bahkan ekonomi bangsa Indonesia. Sehingga pada periode reformasi sekarang ini diharapkan nafas, jiwa dan semangat para pendahulu kita itu juga turut memberi corak pada tata kehidupan kita sebagai bangsa yang berdaulat. Yang kita hadapi sekarang bukan lagi kolonial Belanda, tetapi tantangan kelanjutan dari pembangunan Nasional menuju masyarakat adil dan sejahtera yang memerlukan watak Nasionalisme dan patriotisme juga guna memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-6310228880902338554?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/6310228880902338554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=6310228880902338554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6310228880902338554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6310228880902338554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/makna-sumpah-pemuda.html' title='Makna Sumpah Pemuda'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-4042390004660877984</id><published>2008-08-31T19:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T21:15:17.714-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Allah senantiasa ada bersama kita kapanpun dan dimana pun. Kalau kita sedang melakukan kesalahan yang di sengaja, kita harus sadar bahwa Ia melihat kita. Kalau kita memeras keringat memperjuangkan hidup kita dan mengeluh karena nasib kita. maka Allah melihat dan mendegarnya. dan jika diam-diam melakukan korupsi atau mencuri, kita harus paham bahwa Allah memperhatikan kita dengan sangat teliti. Selamat  Melaksankan Ibadah Shaum di Bulan Ramadhan. Semoga amal kita, di terima oleh-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-4042390004660877984?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/4042390004660877984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=4042390004660877984' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/4042390004660877984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/4042390004660877984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/allah-senantiasa-ada-bersama-kita.html' title=''/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-6831525628226028086</id><published>2008-08-28T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T03:27:41.539-07:00</updated><title type='text'>Health Info</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Health Info&lt;br /&gt;DIABET BOLEH BERPUASA &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   Sebentar lagi ramadhan tiba. Diabetesi(penderita diabetes melitus) beragama Islam juga berupaya menjalankan ibadah puasa. Padahal, kelompok itu harus menjalani diet dengan jadwal, jumlah, dan jenis makanan yang baik. Diabetesi tetap memungkinkan berpuasa sebagaimana orang normal. Hanya, kontrol kadar gula darah harus lebih ketat untuk mencegah komplikasi. salah satu komplikasi yang sering dikeluhkan saat puasa adalah hipoglikemia. Pada kondisi itu, kadar gula darah dibawah normal. Hal tersebut berlawanan dengan kondisi diabetes melitus(DM)."DM terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa darah. Hal ini disebabkan kekurangan insulin , baik absolut maupun relatif. Gula darah di bawah normal juga berbahaya,"Luhur Ngudi Setyaningrum SSt.  Ahli gizi dari RSU Haji Surabaya itu menyarankan pengaturan makan saat puasa tetap dijalankan. Perencanaan makan sama dengan pengidap kencing manis saat tidak berpuasa. Yaitu,tiga kali makanan utama dan tiga kali camilan. Kebutuhan kalori yang diperlukan sama seperti kebutuhan diluar ramadhan. Hanya waktu dan distribusi makannya yang berbeda. Aktivitas sehari-hari pun hendaknya dijalani dengan wajar. Mungkin dibutuhkan istirahat sejenak setelah salat duhur.  Ketika berbuka puasa, makanan manis dibutuhkan.Bahan yang satu itu diharapkan menambahkan tenaga secepatnya.Tapi, jangan terlalu sering. Lebih aman mengkonsumsi buah yang manis. Sedangkan makan sahur sebaiknya diakhirkan. Pemilihan makanan diprioritaskan dari kelompok yang kaya serat dan protein. Sebab, makanan tinggi serat akan dicerna lebih lama oleh tubuh. Dengan demikian, pengosongan lambung pun lebih lama. Yang tak kalah penting adalah kebutuhan cairan. Kisarannya 6-8 gelas per hari. Sup dan jus buah saat sahur memenuhi kebutuhan cairan dan mineral tubuh. Atau variasinya buah yang mengandung banyak air, misalnya semangka dan belimbing. Selain itu, untuk diabetesi yang gemar berolahraga perlu memperhatikan jadwal latihan. Saat yang lebih rasional untuk berolahraga adalah setelah salat tarawih dan olahraga yang disarankan aktivitas ringan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-6831525628226028086?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/6831525628226028086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=6831525628226028086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6831525628226028086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/6831525628226028086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/health-info.html' title='Health Info'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-1291483454370173977</id><published>2008-08-27T02:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T02:48:13.766-07:00</updated><title type='text'>VERSI PUASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;VERSI PUASA MENURUT BERBAGAI AGAMA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua agama dan aliran filsafat keagamaan sejak dahulu sampai sekarang menganjurkan berpuasa untuk tujuan penyucian jiwa. Aliran filsafat Yunani-Romawi kuno, Pythagorean, berpendapat bahwa puasa adalah salah satu jalan untuk meraih kembali sifat dasar kesempurnaan primordial manusia. Puasa bagi agama Hindu dan lainnya, merupakan kelaziman khususnya pada saat mempersiapkan diri untuk memasuki upacara dan perayaan keagamaan. Demikian pula halnya dengan tradisi klasik agama-agama di Cina. Chai(ritual puasa fisik), yang kemudian dimodifikasi oleh aliran Cina Taoisme enjadi Hsin Chai (puasa jiwa) merupakan anjuran khusus. Konsep serupa juga berlaku dalam tradisi Konfusianisme yang mencanangkan praktik puasa sebagai persiapan dalam melakukan penyembahan terhadap ruh nenek moyang.Bagi masyarakat primitive berpuasa untuk  memperoleh kekuatan magis guna mengatasi kebrutalan alam lingkungannya. Bagi masyarakat awal ini objek-objek alam dianggap mempengaruhi kejadian sejarah yang dianggap membawa malapetaka. Orang-orang Yahudi melakukan puasa dalam tiga kesempatan.Pertama, dalam persiapan melaksanakan tugas keagamaan. Musa A.S berpuasa selama 40 hari di Sinai sebelum menerima perintah Tuhan(Commandment) (Exodus 34:28). Yang kedua, adalah pada saat-saat duka. David (Daud a.s) berpuasa saat meninggalkan Saul(Samuel 31;131). Ketiga, mereka berpuasa dalam rangka bertobat dan menyerahkan diri pada Yahweh, khususnya dalam suasana menghadapi kesulitan (Jeremiah 36:9). Tradisi Kristen juga memberlakukan puasa untuk mengikuti jejak Isa a.s yang berpuasa selama 48 hari di Sahara sebagai aksi pendekatan diri kepada Tuhan. Untuk menunjukkan perbedaan dengan tradisi Yahudi, Rabu-Jumat ditetapkan bagi penganut Kristen awal. Direkam dalam Perjanjian Baru bahwa Isa a.s menggarisbawahi pentingnya berpuasa dengan hati yang tulus dibarengi sikap mengingap Tuhan dan berbuat kebajikan. Sementara itu dalam buku Diache  ditemuian anjuran berpuasa dua hari sebelum Paskah. Sedangkan dalam ajaran islam, puasa bertujuan untuk memperoleh taqwa sebagaimana firman Allah,” Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Q.S.Al-Baqarah [2]:183).Tujuan tersebut dapat tercapai hanya dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Banyak yang berpuasa namun tidak mencapai hasil kecuali lapar dan dahaga, demikian sabda Nabi Muhammad SAW.  Mengingat bahwa tradisi puasa adalah milik semua agama, maka seyogyanya kita mampu menunjukkan apresiasi terhadap siapa saja yang berpuasa. Sikap apresiatif tersebut paling tidak ditunjukkan dengan menahan diri untuk tidak secara demonstrative dan sengaja membangkitkan rasa lapar dan dahaga orang yang sedang berpuasa. Di samping itu kita juga dituntut untuk mengaktualisasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam puasa sesuai dengan ajaran agam kita masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-1291483454370173977?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/1291483454370173977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=1291483454370173977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/1291483454370173977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/1291483454370173977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/versi-puasa.html' title='VERSI PUASA'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6628368174584846323.post-5438939792956651779</id><published>2008-08-27T02:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T02:45:44.791-07:00</updated><title type='text'>MAKNA PUASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puasa: Bulan Pendidikan(tarbiyah)Tidak Hanya Makan, Minum, dan Menahan Nafsu Syahwat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan kini telah tiba, di mana bagi umat Islam, bulan ini mendatangkan keberkahan dan ampunan tersendiri. Puasa tidak hanya sekadar menahan makan dan minum atau menahan nafsu syahwat saja, namun puasa juga merupakan sarana untuk mendidik diri kita menghindari dari berbagai sifat-sifat negative atau destruktif lainnya. Sehingga bulan ini kadang kala disebut juga bulan”TARBIYAH” bulan pendidikan.Apalagi perilaku masyarakat umumnya dan perilaku para elit-elit, baik itu elit dari kalangan atas maupun bawah. Secara berjamaah melakukan tindak korupsi, penyuapan dengan skala besar, perampasan secara halus, dan lain-lain. Ditambah lagi penyakit masyarakat yang sulit diberantas, kemudian kasus pembunuhan berantai atau mutilasi yang walaupun bukan kasus baru. Berpuasa secara ikhlas maupun mampu menekan kerakusan atau ketamakan dari merampas hak-hak kaum marginal atau duafa.Kendati puasa dilakukan untuk aneka ragam tujuan dan didorong oleh motivasi yang bervariasi diantaranya demi kesehatan, pengendalian diri, mengurangi berat badan, memperlambat proses penuaan, bahkan memelihara kecantikan. Namun, sejak awal sejarah kemanusiaan puasa lebih dikenal sebagai sarana untuk mencapai kedalaman spiritual. Sikap menahan diri dari pembunuhan, kebutuhan biologis jasmani selalu dinilai sebagai manifestasi dari ketergantungan kepada kekuatan transeldental, kekuasaan yang maha tinggi. Puasa juga melambangkan kebebasan dari pasungan sifat kebinatangan manusia yang menghambat kedekatan kepada Tuhan. Dalam ajaran islam, puasa bertujuan untuk memperoleh taqwa sebagaimana firman Allah,” Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Q.S.Al-Baqarah [2]:183).Tujuan tersebut dapat tercapai hanya dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Banyak yang berpuasa namun tidak mencapai hasil kecuali lapar dan dahaga, demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Salah satu unsur dari berbuat kebajikan dan taqwa yang diharapkan terpancar dari orang –orang yang berpuasa adalah uluran tangan kepada sesama yang membutuhkannya. Orang yang berpuasa harus menunjukkan bahwa ia mampu membuktikan sifat dan atribut yang disandang puasa. Puasa Ramadhan bersandangkan atribut karim yang berarti pemurah.Ukuran keberhasilan puasa adalah seberapa besar dorongan kepada kebaikan . Yusuf Qardawi berpendapat bahwa kemaksiatan dapat menghilangkan buah puasa dan merusak maksud disyariatkannya puasa itu sendiri. Umar r.a. berkata: Puasa itu bukan hanya menahan diri dari minum dan makan, tetapi juga dari ucapan, dusta, bathil, dan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6628368174584846323-5438939792956651779?l=juliahmakdasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/feeds/5438939792956651779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6628368174584846323&amp;postID=5438939792956651779' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/5438939792956651779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6628368174584846323/posts/default/5438939792956651779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://juliahmakdasari.blogspot.com/2008/08/makna-puasa.html' title='MAKNA PUASA'/><author><name>cUR!ous C@t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12948236531288664844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Jb3KIwzJypM/SOx8ImtoJOI/AAAAAAAAABo/x3Rr6FZXsjM/S220/DSC00912.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
